SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENUNAIKANNYA  SEMOGA KITA SEMUA SELALU DALAM LINDUNGAN TUHAN YANG MAHA ESA  DENGAN MENINGKATKAN KUALITAS DARI SEGALA SEGI  MARI KITA BANGUN KOTA SEMARAPURA YANG KITA CINTAI BERSAMA 
 
INFORMASI
PROFIL KLUNGKUNG
SELAYANG PANDANG
BANK DATA
PERIJINAN
INFO NIAGA
PEMERINTAH
OBYEK WISATA
LINK
KRITIK DAN SARAN
PRODUK HUKUM & ORG
PETA SITUS
SITUS INSTANSI
INFORMASI LPPD 2009
SYARAT DAN KONDISI
VALUTA ASING
Nilai Tukar Mata Uang Asing dari KlikBCA
Mata UangJualBeli
USD9,050.008,900.00
SGD6,746.756,610.75
HKD1,166.201,144.90
CHF8,927.858,753.85
GBP13,976.4013,692.40
AUD8,311.358,138.35
JPY108.14105.32
SEK1,262.601,230.90
DKK1,581.001,537.90
CAD8,740.258,551.25
EUR11,690.9011,469.90
SAR2,422.552,364.55
6-Sep-2010 / 15:40 WIB
 
 
SELAYANG PANDANG
  | Sejarah Kabupaten | Tempat Sejarah | Wisata | Lintas Sejarah |


K a m a s a n

Kamasan adalah sebuah komunitas seniman lukisan tradisional. Begitu intim dan begitu lama berkembangnya seni lukis tradisional maka para seniman menyebut hasil-hasil lukisan di sana memiliki gaya (style) tersendiri yaitu lukisan tradisional Kamasan. Sesungguhnya bakat seni tumbuh pula pada karya-karya seni lainnya yaitu berupa seni ukir emas dan perak dan yang terakhir ialah seni ukir peluru. Meskipun dari segi material yang digunakan kain warna logam mengikuti perubahan yang terjadi tetapi ciri khasnya tetap tampak dalam tema lukisan atau ukiran yaitu menggambarkan tokoh-tokoh wayang.

Tokoh-tokoh wayang yang menjadi tema lukisan atau ukiran mengacu pada cerita epos Mahabharata atau Ramayana, begitu juga cerita kekawin Arjuna Wiwaha, Suthasoma. Oleh karena itu, lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau Wayang Kamasan dapat dikatakan agak tua umurnya dari konteks sejarahnya yang hingga sekarang masih nampak utuh. Menurut kesan para kolektor Internasional, lukisan gaya Kamasan dianggap masih sangat halus dan canggih, bersih, tidak ribut dengan detil yang tidak penting dan sangat jelas pesan ceritanya. Lukisan atau ukiran tradisional yang berintikan wayang itulah yang membawa daya tarik tersendiri bagi seniman atau wisatawan yang berkunjung ke desa Kamasan.

Lokasi

Kamasan sebagai pusat berkembangnya lukisan dan ukiran tradisional adalah nama sebuah desa di Kecamatan dan Kabupaten Klungkung. Desa Kamasan secara geografis termasuk desa dataran rendah pantai Klotok atau pantai Jumpai ± 3 km. Jarak dari Denpasar ke desa ini ialah 43 km, dapat dicapai dengan kendaraan bermotor, seluruh jalan menuju obyek yaitu pusat-pusat lukisan atau kerajinan ukiran sudah diaspal.
Bisa ditempuh melalui tiga jalur yaitu : (1) Jalur Barat dari tengah-tengah kota kabupaten ke arah selatan sepanjang 1,5 km berbelok ke kiri langsung sampai banjar Sangging, tempat kediaman pelukis tradisional wayang yang ternama yaitu Nyoman Mandra. Ke selatan sedikit lagi sampai ke banjar Pande Mas, pusat ukiran emas, perak; (2) Jalur utara dari kota kabupaten Klungkung agak di bagian timur ke arah selatan melalui belokan-belokan jalan sampai di banjar Siku, juga tempat kediaman pelukis tradisional yang bernama Mangku Mura; (3) Jalur selatan dari tengah-tengah kota Kabupaten Klungkung ke arah selatan sepanjang 3 km melalui desa-desa Tojan dan Gelgel sampai ke banjar Pande, pusat kerajinan ukiran tradisional bahan peluru.
Sepanjang jalan yang dilalui di banjar-banjar atau desa-desa, Tojan dan Gelgel tetangganya masih terdengar dentangan palu para pengrajin ukir perak dan peluru atau juga suara tenunan Cagcag yang menghasilkan kain songket. Dapat disebut obyek-obyek disekitarnya ialah Kertha Gosa di kota Klungkung, Pura Batu Klotok dan Pura Dasar di Gelgel yang memiliki riwayat sisa-sisa kebesaran kerajaan Gelgel abad ke-15 dan ke-16 di Bali.

Fasilitas
Ada sebuah ruang pameran atau penjualan produk lukisan atau ukiran, tempatnya di sebelah barat banjar Sangging, sekitar 50 meter. Sebuah sanggar latihan melukis didirikan oleh Nyoman Mandra di rumahnya sendiri. Apabila tamu-tamu berkunjung ke Kamasan maka lebih banyak dapat menikmati langsung bengkel-bengkel kerja para seniman lukis atau ukir dirumahnya masing-masing. Jalan yang dilalui seluruhnya beraspal bisa ditempuh kendaraan bermotor (mobil, sepeda motor) atau tersedia pula angkutan tradisional dokar.

Kunjungan
Kamasan sebagai pusat produk lukisan atau ukiran tradisional banyak mendapat kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara. Waktu kunjungan mereka ialah pada siang hari. Para wisatawan yang berkunjung ke Kamasan menggunakan peralatan sepeda motor, mobil, taxi atau dokar.

Deskripsi
Kamasan atau "Ka-emas-an" adalah nama yang cukup tua untuk komunitas orang-orang yang mempunyai pekerjaan dalam bidang memadai yaitu Pande Mas sesuai dengan nama salah satu banjar di desa Kamasan. Bukit arkeologis yang ditemukan berupa tahta-tahta batu, arca menhir, lesung batu, palungan batu, monolit yang berbentuk silinder, batu dakon, lorong-lorong jalan yang dilapisi batu kali yang pernah ditemukan pada tahun 1976 dan 1977, yang tersebar di desa-desa Kamasan, Gelgel dan Tojan, memberi petunjuk bahwa komunitas cukup tua umurnya.Dari temuan arkeologis itu juga memberi petunjuk bahwa tradisi megalitik pernah mewarnai kehidupan komunitas di Kamasan dan sekitarnya, yaitu kehidupan komunitas pra Hindu yang berakar pada masa neolitikum (+ 2000 tahun SM). Tradisi Megalitik telah diserap oleh para undagi dan ke-pande-an pada periode kemudian. Para Pande semakin dikenal dan difungsikan oleh Raja (Ida Dalem) sejak kerajaan berpusat di Gelgel (1380-1651).Produk seni ukir pada logam emas atau perak yang berbentuk pinggan (bokor, dulang dll) telah dijadikan perlengkapan barang-barang perhiasan Keraton Suweca Linggaarsa Pura Gelgel. Selain seni ukir, berkembang pula seni lukis wayang untuk hiasan di atas kain berupa bendera (kober , umbul-umbul, lelontek), kain hiasan (ider-ider dan parba) yang menjadi pelengkap dekorasi di tempat-tempat suci (pura) atau bangunan di komplek Kraton.Sejak pemegang tahta II berkuasa yaitu Dalem Waturenggong (1460-1550) kerajaan Gelgel mencapai puncak kemasyuran, maka keemasan Kamasan merupakan desa pengrajin. Banjar-banjar yang ada terutama Sangging dan Pande Mas dapat dikatakan banjar Gilda, kelompok kerja, pengrajin yang terdiri dari rumah-rumah serta bengkel-bengkel dimana para warganya tinggal, bekerja dan mengabdi kepada sang Raja hingga pada akhir hayat mereka.Raja dipandang sebagai dewa raja yang bertugas menjaga agar jagad (alam semesta dan isinya) senantiasa ada dalam keadaan seimbang dan selaras. Oleh karena seni dipandang sebagai unsur penting dalam menjaga keselarasan itu lewat karya seni sakral maka menjadi tugas penguasa untuk melindungi serta memelihara kesenian.Pada waktu pusat kekuasaan dipindahkan dari Gelgel ke Klungkung, oleh Dewa Agung Jambe tahun 1686, keturunan langsung dari Dinasti Kresna Kepakisan di Gelgel, kedudukan desa Kamasan yang berintikan Sangging dan Pande Mas sebagai banjar Gilda pengrajin tempat para seniman lukisan dan ukiran tetap dipertahankan.Akan tetapi sekarang sesudah Klungkung berubah menjadi ibukota kabupaten Propinsi Bali dan para keturunan Raja serta bangsawannya menjadi pejabat dan pegawai RI, banjar Sangging dan Banjar Pande Mas bukan lagi banjar Gilda dari sang Raja. Meskipun demikian, para seniman dan pengrajin Sangging, pande mas dan Banjar-banjar lainnya : Siku, Geria, Kacangdawa, Peken Pande dan Tabanan masih terus menghasilkan lukisan atau ukiran gaya Kamasan atau gaya wayang.Perluasan produk pengrajin telah beragam, tidak hanya terbatas pada ukiran emas dan perak tetapi muncul pula seni ukir yang berbahan tembaga atau kuningan dan peluru. Produk kesenian mereka berupa lukisan atau ukirannya banyak dipesan oleh wisatawan mancanegara atau nusantara. Begitu juga, sejalan dengan meningkatnya turisme, toko-toko souvenir dan seni di Klungkung, atau pasar seni Gianyar dan Denpasar serta hotel-hotel juga menjadi pelanggan yang tetap dari produk kesenian gaya wayang di Kamasan.

 

TEMPAT WISATA :
  - Monumen Puputan Klungkung
  - Pura Taman Sari
  - Goa Jepang
  - Desa Tihingan
  - Kertagosa
  - Pantai Kusamba
  - Nusa Penida
  - Suana
  - Karang Bolong
  - Lembongan & Jungut Batu
  - Pantai Atuh
  - Teluk Sebila & Labuan Ampuak
  - Lila Arsana
  - Musium Nyoman Gunarsa
  - Desa Budaga

 

  02/09/2010   Ukir Prestasi, Altel Klungkung Raih Penghargaan
  27/08/2010   Bali Beach Clean Up, Wabup Tjok Agung Jaga Kebersihan
  26/08/2010   Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi, Kecamatan Klungkung Gelar PMT
  26/08/2010   TINGKATKAN JIWA KESUKARELAAN
  26/08/2010   Tingkatkan Prestasi Sekolah Dengan Wiyata Mandala,
  26/08/2010   Jaga Kelestarian Biota Laut
  26/08/2010   Ajak Masyarakat Asah Keterampilan, SKB Klungkung Gelar Pelatihan
  23/08/2010   Panti Asuhan Semaraputra Asuh 90 Anak, Minim Bantuan
  16/08/2010   Peringatan HUT Povinsi Di Klungkung
  16/08/2010   HUT Kemerdekaan RI ke - 65
JEJAK PENDAPAT
JAJAK PENDAPAT
BAGAIMANAKAH PENDAPAT ANDA DENGAN ADANYA KELEMBAGAAN YANG BARU
SANGAT SETUJU
SETUJU
KURANG SETUJU
TIDAK TAHU
LINK INFORMASI
BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
BALI
BERITA BALI
BISNISNYA ANAK BALI
E-GOVERNMENT INDONESIA
ICT KLUNGKUNG
INFORMASI IPTEK
INFORMASI SOFWARE
KAB. BADUNG
KAB. BULELENG
KAB. GIANYAR
KAB. JEMBRANA
KAB. TABANAN
KAMUS BAHASA TERLENGKAP
KARANGASEM TOURISM
KOMINFO
KOTA DENPASAR
KPU BALI
KUMPULAN BUKU PELAJARAN
KUMPULAN RESEP MASAKAN
MAJALAH PARIWISATA
NUSA BALI
NUSA PENIDA
PEMDA KARANGASEM
PUSKESMAS DAWAN
PUSKESMAS NUSA PENIDA
PUSKESMAS1 KLUNGKUNG
PUSKESMAS2 BANJARANGKAN
SMK N 1 KLUNGKUNG
TELEVISINYA ANAK BALI


© 2010 Pemerintah Kabupaten Klungkung. All Rights Reserved.
eXTReMe Tracker