Menyalakan Api Inovasi, Klungkung Mantap Menuju Daerah Terinovatif

Menyalakan Api Inovasi, Klungkung Mantap Menuju Daerah Terinovatif

0
 Selasa, 20 Januari 2026 | 19

Klungkung - 20 Januari 2026 Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik kembali ditegaskan melalui Workshop Inovasi Daerah Tahun 2026 bertajuk “Penguatan Inovasi Menuju Klungkung Mahottama”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Klungkung ini berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (20/1/2026).

Workshop ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang refleksi dan penyemangat bersama untuk mendorong lahirnya terobosan-terobosan baru dalam pelayanan publik. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, pimpinan OPD, akademisi, serta agen inovasi daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Klungkung menekankan pentingnya keberanian untuk berubah. Ia meminta seluruh perangkat daerah agar tidak berhenti pada rutinitas administratif semata, tetapi berani melakukan inovasi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Klungkung harus meningkatkan predikat inovasinya menjadi daerah terinovatif. Saya mengajak seluruh OPD untuk terus melakukan terobosan dan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan humanis bagi masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa inovasi bukan hanya soal teknologi, melainkan tentang kepekaan terhadap kebutuhan warga dan keberanian mengambil langkah baru.

Komitmen Pemkab Klungkung juga mendapat apresiasi dari Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd. Menurutnya, ekosistem inovasi di Klungkung telah tumbuh dengan baik dan perlu terus dijaga agar inovasi tidak berhenti sebagai wacana.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung sangat tinggi dalam menjaga ekosistem inovasi. Inilah modal penting agar daerah terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa secara regulasi, ruang inovasi telah dijamin negara. Dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, dikenal konsep diskresi, yang disebutnya sebagai roh awal dari inovasi.

“Diskresi memberikan ruang bagi pemerintah untuk bertindak kreatif dan solutif selama bertujuan untuk kepentingan publik,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap praktik-praktik baik yang telah tumbuh, pada kesempatan ini juga dilakukan Penganugerahan Lokasanti Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan kepada satuan pendidikan dan perangkat daerah yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi berdampak.

Pada kategori TK/PAUD, Juara I diraih oleh TK Negeri Desa Tangkas, disusul TK Negeri Desa Tusan di posisi kedua dan TK Santo Yusup di posisi ketiga. Untuk kategori SD, SD Negeri Besan berhasil meraih Juara I, diikuti SDN 2 Selat dan SDN 1 Semarapura Tengah.
Sementara pada kategori SMP, Juara I diraih SMP Negeri 1 Nusa Penida, disusul SMPN 1 Atap Bungamekar dan SMPN 1 Semarapura.

Tak kalah membanggakan, pada kategori Perangkat Daerah Terinovatif, Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dinobatkan sebagai peringkat pertama, diikuti Badan Riset dan Inovasi Daerah, BPKPD, dan RSUD Kabupaten Klungkung.

Melalui workshop dan apresiasi ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap inovasi tidak hanya lahir sebagai program, tetapi menjadi budaya kerja. Sebuah ikhtiar bersama untuk mewujudkan Klungkung Mahottama, daerah yang maju, adaptif, dan senantiasa hadir melayani masyarakat dengan hati.